Jurusan Syariah

Secara administratif, Jurusan Syariah (sering disebut juga sebagai Fakultas Syariah) adalah wadah besar yang menaungi berbagai Program Studi (Prodi) hukum berbasis Islam. Jika Anda masuk ke lingkup Syariah, Anda akan dipersiapkan menjadi ahli hukum yang menguasai dua sistem: Hukum Positif Indonesia (KUHP, KUHPer, dll) dan Hukum Islam (Al-Qur’an, Hadis, Fiqh).

Berikut adalah daftar prodi yang biasanya ada di bawah Jurusan/Fakultas Syariah beserta fokusnya:


1. Macam-Macam Prodi di Syariah

  • Hukum Ekonomi Syariah (HES/Muamalah):Fokus pada bisnis, perbankan, asuransi, dan kontrak-kontrak komersial secara syariah. (Cocok untuk yang ingin kerja di Bank atau perusahaan).
  • Hukum Keluarga Islam (Ahwal Al-Syakhshiyyah/AS):Fokus pada aturan pernikahan, perceraian, waris, hibah, dan hak asuh anak. (Jalur utama menjadi Hakim di Pengadilan Agama).
  • Hukum Tata Negara (Siyasah Syar’iyyah):Mempelajari kepemimpinan, politik, dan kebijakan publik dalam Islam dibandingkan dengan sistem demokrasi/negara modern.
  • Hukum Pidana Islam (Jinayah):Mempelajari delik aduan atau tindak pidana dalam Islam serta perbandingannya dengan hukum pidana nasional.
  • Perbandingan Madzhab:Fokus pada studi mendalam mengenai perbedaan pendapat antar imam madzhab dalam menetapkan suatu hukum.

2. Kenapa Memilih Jurusan Syariah?

Ada keunggulan unik yang tidak didapatkan di Fakultas Hukum umum:

  1. Gelar Sarjana Hukum (S.H.): Berdasarkan regulasi terbaru, lulusan Syariah kini menyandang gelar S.H., sama dengan lulusan Hukum umum. Ini memperluas jangkauan kerja Anda.
  2. Dual Kompetensi: Anda paham hukum negara (seperti UU PT, UU Perbankan) sekaligus paham landasan agamanya (hukum akad, dalil syar’i).
  3. Kebutuhan Hakim dan Penghulu: Posisi Hakim di Pengadilan Agama dan Kepala KUA hampir 100% diisi oleh lulusan Syariah.

3. Prospek Kerja (Sangat Luas)

Banyak yang mengira lulusan Syariah hanya bisa jadi Ustaz, padahal peluangnya sangat profesional:

  • Lembaga Peradilan: Hakim, Jaksa, Panitera, Mediator.
  • Praktisi Hukum: Pengacara (Advokat), Notaris (setelah S2), Legal Officer di perusahaan.
  • Lembaga Keuangan: Dewan Pengawas Syariah, Legal Bank Syariah, Konsultan Bisnis Syariah.
  • Pemerintahan: Pegawai Kemenag, KUA, BPN, atau OJK.

4. Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Jika Anda tertarik masuk Jurusan Syariah (terutama di kampus seperti IAIFA), siapkan hal berikut:

  • Minat Membaca: Hukum adalah tentang membaca teks dan literatur yang tebal.
  • Kemampuan Bahasa: Bahasa Arab dasar akan sangat membantu untuk memahami sumber hukum asli.
  • Logika Berpikir: Anda akan belajar cara mengambil keputusan hukum melalui metode Ushul Fiqh.

Perbedaan Cepat: Hukum Umum vs Hukum Syariah

AspekHukum Umum (FH)Hukum Syariah (Fasya)
Sumber UtamaUU, Yurisprudensi, KebiasaanAl-Qur’an, Hadis, Kitab Fiqh, UU
Fokus UtamaKepastian Hukum NegaraKeadilan Dunia & Akhirat (Kesesuaian Syariat)
Gelar LulusanS.H.S.H.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top